Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, dalam kegiatan revitalisasi sarana pendidikan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Madura.
Sampang, Merah Putih Media — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Madura melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah menengah.
Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Baca Juga:
Dispora Budpar Sampang Tegaskan Penataan JUPEL Situs Tindak Lanjut Temuan BPK
Pemkab Sampang Gelar Ziarah Makam Rato Ebhu Peringati Hari Jadi ke-402
Program revitalisasi pendidikan tersebut memiliki total alokasi anggaran sekitar Rp47,8 miliar untuk 59 lembaga pendidikan di Madura.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan.
“Ruang kelas yang layak, laboratorium yang representatif, serta fasilitas praktik yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi persaingan pendidikan di tingkat nasional,” ujar Mas’udi.
Program tersebut berada di bawah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikenal dengan konsep “Mama Mau Naik Kelas” atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Madura yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.
Baca Juga:
PWI Sampang Semarakkan HPN ke-80 Ziarah Makam Pendiri Agus Surachman
PWI Sampang Gelar Futsal dan Donor Darah PMI Semarakkan HPN 2026 di Jalan Pahlawan
Mas’udi menjelaskan bahwa strategi peningkatan penerimaan siswa di perguruan tinggi negeri dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pemetaan potensi siswa hingga pendampingan akademik.
“Kami mendata siswa berprestasi untuk diarahkan mengikuti jalur seleksi prestasi. Kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting untuk menentukan perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuan siswa,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga memberikan tambahan pelajaran serta bimbingan belajar khusus untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi berbasis tes.
Untuk tahun 2026, tiga sekolah di Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai lokus program penguatan pendidikan, yakni SMAN 1 Sampang, SMAN 3 Sampang, dan SMAN 1 Ketapang.
Baca Juga:
Polres Sampang Tangani 304 Perkara Pidana 2025, 260 Selesai Narkotika Dominan
Polres Sampang Gelar Sertijab Wakapolres Kasat Lantas Kasat Resnarkoba dan Kapolsek Sokobanah
Diharapkan, model pembinaan dari sekolah-sekolah tersebut dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan strategi tembus perguruan tinggi negeri.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Madura melalui penguatan pendidikan.
Penulis: Redaksi MPM
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.