Mode Pratinjau Blogger Feed: Memuat... Widget fallback: 0
  BREAKING
Memuat informasi hangat dari Redaksi Merah Putih Media...
-- pembaca online
BERITA PILIHAN REDAKSI

Cabdin Sampang Mas'udi Hadiwijaya Dorong Tracing Anak Putus Sekolah Selasa

Foto: Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Mas'udi Hadiwijaya menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan tracing anak putus sekolah guna memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh hak pendidikan.

Sampang, Merah Putih Media — Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan melalui program tracing atau penelusuran terhadap peserta didik yang berhenti sekolah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengetahui penyebab putus sekolah sekaligus mencari solusi agar mereka tetap memperoleh akses pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Selasa 14/7/2026, menurut keterangan yang diterima.

Tracing Dilakukan untuk Mengetahui Penyebab Anak Putus Sekolah

Cabang Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa setiap laporan mengenai siswa yang tidak lagi bersekolah akan ditindaklanjuti melalui proses tracing. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui penyebab utama peserta didik menghentikan pendidikannya sehingga pemerintah dapat menentukan langkah pendampingan yang tepat.

"Kita tracer. Kita cari yang putus sekolah. Ada berapa, kenapa kok putus sekolah," ujar Mas'udi Hadiwijaya.

Menurutnya, penyebab siswa berhenti sekolah dinilai beragam, mulai dari faktor ekonomi, perpindahan domisili, melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, bekerja, hingga persoalan keluarga maupun faktor sosial lainnya.

Sekolah Diminta Tidak Mengeluarkan Siswa Secara Sepihak

Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang juga menegaskan bahwa satuan pendidikan tidak diperkenankan mengeluarkan peserta didik secara sepihak tanpa melalui mekanisme yang berlaku serta tanpa adanya komunikasi dengan orang tua atau wali murid.

Menurut Mas'udi, apabila terdapat siswa yang mengalami persoalan disiplin maupun kendala lainnya, sekolah diharapkan mengedepankan pembinaan, pendampingan, dan komunikasi dengan keluarga dibandingkan mengambil keputusan yang berpotensi menghilangkan hak pendidikan anak.

"Kita pastikan tidak boleh mengeluarkan siswa ataupun menjustifikasi tanpa ada persetujuan dengan orang tua," tegas Mas'udi. Ia menilai pendekatan edukatif menjadi langkah terbaik agar setiap persoalan yang dihadapi peserta didik dapat diselesaikan tanpa harus berujung pada putus sekolah.

Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijaga bersama oleh pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur.


Penulis: Iyan
Editor: Han

Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERKAIT