Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama para penerima Beasiswa SAHABAT dalam agenda Temu Ramah Penerima Beasiswa SAHABAT di Pendopo Trunojoyo Sampang, Kamis (1/10/2026).
SAMPANG, JAWA TIMUR, Merah Putih Media — Puluhan pelajar dan mahasiswa penerima Beasiswa SAHABAT Kabupaten Sampang Tahun 2025 berkumpul di Pendopo Trunojoyo Sampang dalam agenda Temu Ramah Penerima Beasiswa SAHABAT, Kamis (1/10/2026).
Mengenakan seragam batik khas SAHABAT dengan perpaduan warna biru dan hijau, para penerima beasiswa mengikuti kegiatan sekaligus mendengarkan penyampaian Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengenai arah pembangunan dan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan.
Di hadapan para pelajar dan mahasiswa, H. Idi menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Kabupaten Sampang yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena persoalan biaya pendidikan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan cita-cita menuju Sampang Hebat Bermartabat.
Beasiswa SAHABAT Lahir dari Kondisi Masyarakat
H. Idi menjelaskan bahwa Beasiswa SAHABAT bukan sekadar program administratif pemerintah. Program tersebut, menurutnya, berangkat dari pengamatannya terhadap kondisi masyarakat ketika melakukan kunjungan ke berbagai rumah warga.
“Saya sering turun ke bawah, masuk ke rumah-rumah warga. Anaknya punya cita-cita besar, ingin kuliah, ingin sukses, tapi ekonomi orang tuanya lemah. Dari situ lahir Beasiswa SAHABAT,” ujar H. Idi.
Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas hingga perguruan tinggi.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang berupaya memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh kesempatan mengakses pendidikan dan mengembangkan potensi generasi muda.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menyampaikan arah pembangunan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang terhadap pendidikan dalam agenda Temu Ramah Penerima Beasiswa SAHABAT.
Penataan Sampang dan Penggerakan Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, H. Idi juga menceritakan perjalanan pemerintahannya dalam melakukan penataan Kabupaten Sampang, termasuk upaya menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia mengingat kondisi Sampang pada masa awal kepemimpinannya yang dinilai masih sepi dengan aktivitas ekonomi yang terbatas.
“Dulu itu Sampang sepi, kayak hutan, Pak. Warung kelontong sampai minimarket tidak boleh buka lebih dari jam 10 malam,” kenangnya.
H. Idi kemudian menceritakan kebijakan membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas hingga 24 jam. Kebijakan tersebut sempat mendapatkan hujatan dan menimbulkan pro-kontra, namun tetap dijalankan setelah dilakukan komunikasi dan diskusi bersama para alim ulama.
Selain sektor ekonomi, penataan wajah perkotaan juga dilakukan melalui pembangunan Alun-Alun Wijaya Kusuma dan sejumlah taman kota.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah disebut memanfaatkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), di antaranya dari Bank Jatim serta mitra BUMD dan pihak swasta.
Perjuangan Status Daerah Penghasil Migas
H. Idi juga menyampaikan mengenai potensi sumber daya alam minyak dan gas bumi yang berada di lepas pantai Sampang.
Menurutnya, selama bertahun-tahun potensi migas yang dikelola perusahaan seperti Petronas belum memberikan dampak optimal terhadap Dana Bagi Hasil daerah karena Sampang belum dikategorikan sebagai daerah penghasil.
“Ketika ada eksplorasi migas tapi kita tidak dikategorikan daerah penghasil, otomatis DBH-nya lari ke pusat. Dulu ini tidak diurus, kita cuma jadi penonton,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah daerah kemudian berupaya memperjuangkan perubahan status tersebut melalui sinergi dengan SKK Migas dan berbagai pemangku kepentingan.
Perjuangan tersebut diarahkan agar Sampang mendapatkan pengakuan sebagai daerah penghasil migas. Hasil dari proses tersebut diproyeksikan memasuki tahap produksi penuh pada 2029 mendatang.
“Insya Allah kita akan produksi di tahun 2029. Otomatis itu bukan saya yang menikmati hasilnya nanti, tapi minimal saya sudah berbuat untuk Kabupaten Sampang,” tutur H. Idi.
Di hadapan para penerima Beasiswa SAHABAT, rangkaian penyampaian tersebut sekaligus menggambarkan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada penataan daerah dan penguatan ekonomi, tetapi juga investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pendidikan, pembangunan ekonomi, penataan kota, hingga pengelolaan potensi sumber daya alam, Pemerintah Kabupaten Sampang mendorong agar pembangunan hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.
Penulis: Hairil
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.