BREAKING
BERITA PILIHAN REDAKSI

Gandeng Dinkes dan Puskesmas Kamoning, Rutan Kelas IIB Sampang Perkuat Tracing TBC

Kepala Rutan Sampang memantau tracing TBC terintegrasi CKG

Kepala Rutan Kelas IIB Sampang Agus Yanto, S.Pd. memantau langsung pelaksanaan Tracing TBC terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan. (Foto: MPM/Iyan)

SAMPANG, JAWA TIMUR, Merah Putih Media — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang bersama Puskesmas Kamoning menggelar kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk menemukan dan menanggulangi kasus TBC, khususnya di lingkungan rutan yang memiliki intensitas interaksi tinggi antarpenghuni.

200 Warga Binaan Jadi Sasaran Pemeriksaan

Perwakilan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Febi Nabilah Adha, S.KM., menjelaskan bahwa program tersebut akan dilaksanakan di 66 lokus di Kabupaten Sampang.

Menurut Febi, setiap Puskesmas di Kabupaten Sampang bertanggung jawab terhadap tiga lokus. Sementara Puskesmas Kamoning memiliki dua lokus pelaksanaan yang berada di Rutan Kelas IIB Sampang.

Pelaksanaan kegiatan di Rutan Kelas IIB Sampang berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, dengan total target sebanyak 200 warga binaan.

Pemeriksaan diprioritaskan bagi kelompok berisiko tinggi dan kontak erat setelah sebelumnya ditemukan empat kasus indeks TBC di lingkungan rutan.

Suasana tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis warga binaan Rutan Sampang

Suasana pelaksanaan Tracing TBC terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Sampang. (Foto: MPM/Iyan)

Menurut Febi, pemeriksaan tersebut bukan ditujukan bagi masyarakat umum secara luas, melainkan diprioritaskan bagi mereka yang memenuhi kriteria tertentu, seperti kontak erat atau serumah, penderita Diabetes Melitus (DM), ODHIV, maupun mereka yang memiliki gejala tetapi sebelumnya mendapatkan hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) negatif.

Tujuh Tahapan Pemeriksaan Diterapkan

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan menerapkan alur pelayanan melalui tujuh tahapan meja, mulai dari pendaftaran hingga administrasi akhir.

Tahapan tersebut meliputi pendaftaran peserta, screening riwayat dan risiko kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) termasuk pemeriksaan sampel darah, pemeriksaan X-Ray atau rontgen, pembacaan hasil rontgen oleh dokter spesialis paru yang dibantu dokter Puskesmas, serta pemeriksaan dahak bagi peserta yang memiliki gejala dan masuk kriteria suspek.

Petugas melakukan pemeriksaan rontgen dalam tracing TBC di Rutan Sampang

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rontgen sebagai bagian dari rangkaian Tracing TBC terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis di Rutan Kelas IIB Sampang. (Foto: MPM/Iyan)

Setelah seluruh tahapan pemeriksaan, peserta mendapatkan makanan ringan dan menjalani meja penutup serta administrasi akhir untuk memastikan seluruh tindakan telah dilaksanakan secara lengkap.

Hasil foto rontgen seluruh peserta selanjutnya dikirimkan kepada dokter spesialis paru untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, baik berupa terapi obat pencegahan maupun pengobatan TBC secara intensif.

Dinkes Sampang berharap kegiatan tersebut dapat mempercepat deteksi keberadaan kasus TBC sehingga potensi penularan ke lingkungan sekitar maupun keluarga dapat ditekan.

Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan warga binaan Rutan Sampang

Dokter melakukan pemeriksaan dan pembacaan hasil diagnosis kesehatan warga binaan dalam rangkaian Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis. (Foto: MPM/Iyan)

“Banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa mereka telah tertular TBC dan menganggapnya hanya batuk biasa. Padahal, jika dibiarkan, akan sangat berisiko bagi keluarga dan orang-orang terdekat untuk ikut tertular. Mencegah tentu jauh lebih baik, tetapi jika sudah merasa sakit kita juga tidak perlu takut untuk berobat ke faskes terdekat,” pungkas Febi.

Dokter: Tracing TBC di Rutan Penting Dilakukan

Dokter Fara Annisa mengatakan pemeriksaan CKG disarankan dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia minimal satu kali dalam setahun. Ia juga menilai pelaksanaan tracing atau penelusuran TBC secara rutin di lingkungan rutan atau lapas penting dilakukan karena warga binaan pemasyarakatan (WBP) merupakan kelompok yang rentan.

“Pelaksanaan tracing atau penelusuran TBC secara rutin di lingkungan rutan/lapas sangat penting karena Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan kelompok yang rentan,” ujar Fara.

Menurutnya, kondisi lingkungan dengan ruangan yang padat penghuni, redup, minim sirkulasi udara, serta kurang terpapar cahaya matahari dapat meningkatkan risiko penularan TBC apabila terdapat sumber penularan di tempat tersebut.

Rutan Sampang Dorong Deteksi Dini Penyakit Menular

Kepala Rutan Kelas IIB Sampang, Agus Yanto, S.Pd., mengatakan kerja sama dengan Puskesmas Kamoning dan Dinkes Sampang merupakan bagian dari upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap penyebaran penyakit menular di lingkungan rutan.

Ia menjelaskan, keterbatasan tenaga medis dan peralatan di dalam rutan menjadi salah satu alasan pentingnya kerja sama dengan pihak kesehatan. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan intensitas interaksi dan komunikasi antarpenghuni atau warga binaan yang tinggi.

Kepala Rutan Sampang memberikan keterangan terkait tracing TBC dan CKG

Kepala Rutan Kelas IIB Sampang Agus Yanto, S.Pd. saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis kepada warga binaan. (Foto: MPM/Iyan)

“Jika ditemukan warga binaan yang terkonfirmasi positif penyakit menular dari hasil pemeriksaan, pihak rutan akan melakukan tindakan pengasingan atau isolasi untuk mencegah terjadinya wabah,” ujar Agus Yanto.

Agus Yanto berharap pemeriksaan kesehatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

“Kami berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan berbagai stakeholder terkait,” harapnya.

Menurut Agus, keterbatasan tenaga medis dan peralatan di dalam rutan menjadi salah satu alasan pentingnya kerja sama dengan pihak kesehatan. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan intensitas interaksi dan komunikasi antarpenghuni atau warga binaan.

Kegiatan tracing TBC terintegrasi CKG di Rutan Kelas IIB Sampang diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini sekaligus mendukung pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan warga binaan.


Penulis: Iyan
Editor: Han

Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.