Apel kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Mako Polres Way Kanan. (Foto: Haryadi)
WAY KANAN, LAMPUNG, Merah Putih Media — Kesiapan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Way Kanan diperkuat melalui apel gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Mako Polres Way Kanan, Jumat (14/8/2026).
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah bersama Kapolres Way Kanan AKBP Ramadhona dan Dandim 0427 Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto.
Kegiatan turut dihadiri Komandan Lanudad Gatot Soebroto, Komandan Skadron 12/Amur Jaya Yudha, Kepala BPBD, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Koordinator RRI SP Way Kanan, RAPI Way Kanan serta personel gabungan TNI, Polri, Damkar, Satpol PP dan BPBD Kabupaten Way Kanan.
Pengecekan pasukan dilakukan dalam apel tersebut untuk memastikan kesiapan personel sekaligus kesiapan unsur pendukung dalam menghadapi dan menanggulangi potensi Karhutla di wilayah Way Kanan.
Way Kanan Waspadai Potensi Karhutla Saat Kemarau
Dalam amanatnya, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah menyampaikan bahwa wilayah Way Kanan memiliki kawasan hutan yang luas dan berperan sebagai salah satu penyangga ekosistem di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi Karhutla perlu ditingkatkan, terutama ketika memasuki musim kemarau.
"Apabila tidak diantisipasi dengan baik, Karhutla dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, mengganggu roda perekonomian, hingga mengancam keselamatan jiwa," ujar Ayu Asalasiyah.
Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan Karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada TNI dan Polri. Pemerintah daerah, instansi terkait serta masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Tujuh Penekanan untuk Pencegahan Karhutla
Dalam apel tersebut, Bupati Way Kanan menyampaikan tujuh poin penekanan kepada seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam kesiapsiagaan Karhutla.
- Meningkatkan kesiapsiagaan personel serta sarana dan prasarana agar siap digunakan sewaktu-waktu.
- Melaksanakan patroli terpadu dan pemetaan di wilayah rawan Karhutla.
- Memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pertukaran informasi, pelaporan titik api, serta pemadaman cepat.
- Mengoptimalkan sosialisasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
- Melibatkan perangkat pekon, tokoh masyarakat, relawan, dan organisasi masyarakat dalam pencegahan Karhutla.
- Melakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional terhadap pelaku pembakaran hutan atau lahan.
- Mengutamakan keselamatan personel dalam bertugas sesuai SOP yang berlaku.
Pencegahan Ditekankan Sebelum Kebakaran Terjadi
Penekanan dalam apel tersebut tidak hanya diarahkan pada kesiapan menghadapi kebakaran, tetapi juga pada langkah pencegahan sebelum titik api berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
"Pencegahan adalah langkah yang paling efektif dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi. Mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat pengabdian demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat," pungkas Ayu Asalasiyah.
Kesiapsiagaan bersama tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Way Kanan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Penulis: Haryadi
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.