FGD Pimpinan Pusat Muhammadiyah membahas dampak industri tambang terhadap kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat di Morowali. (Foto: Istimewa)
MOROWALI, SULAWESI TENGAH, Merah Putih Media — Perkembangan industri pertambangan di Morowali tidak hanya membawa pembicaraan mengenai investasi, pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan serta perubahan sosial di sekitar kawasan industri juga mulai menjadi perhatian.
Persoalan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) serta Majelis Hukum dan HAM (MHH) bertema “Dampak Industri Tambang terhadap Munculnya Penyakit Masyarakat” di Aula Hotel Metro, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Morowali, DPRD Morowali, tokoh adat, pemerhati sosial, tokoh masyarakat, akademisi, unsur pimpinan Muhammadiyah serta pemangku kepentingan lainnya.
FGD dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Morowali, Afridin, S.H., M.SA., yang hadir mewakili Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf.
Dari Muhammadiyah hadir Ketua PP Muhammadiyah HM. Busyro Muqoddas, Ketua LHKP PP Muhammadiyah Prof. Ridho Al-Hamdi yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta Ketua MHH PP Muhammadiyah Trisno Raharjo.
Pertumbuhan Ekonomi Jangan Mengabaikan Kesehatan Masyarakat
Ketua LHKP PP Muhammadiyah Prof. Ridho Al-Hamdi mengatakan FGD tersebut bukan sekadar untuk mengidentifikasi persoalan di kawasan industri. Forum itu juga diarahkan untuk membangun dialog berbasis data guna menghasilkan rekomendasi kebijakan.
Menurut Ridho, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Ridho.
Pandangan tersebut menjadi sorotan penting di tengah perkembangan industri Morowali. Sebab, ukuran pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut bagaimana kondisi masyarakat dan lingkungan tetap diperhatikan.
Muhammadiyah Dorong Pemerintah, Perusahaan dan Warga Bersinergi
Ketua PP Muhammadiyah HM. Busyro Muqoddas menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat dan warga dalam mengantisipasi dampak aktivitas industri yang ada di Morowali.
“Setiap persoalan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan kehidupan sosial, harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Busyro juga menyatakan Muhammadiyah siap memberikan pendampingan kepada Pemkab Morowali melalui kajian akademik, pendampingan kebijakan dan rekomendasi strategis.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan yang muncul di tengah aktivitas industri tidak semestinya hanya dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah, perusahaan, akademisi, organisasi masyarakat dan warga dinilai memiliki peran dalam mencari jalan keluarnya.
Pemkab Akui Kontribusi Tambang, Kualitas Hidup Warga Tetap Jadi Perhatian
Asisten III Pemkab Morowali Afridin mengapresiasi inisiatif Muhammadiyah menggelar FGD tersebut. Ia mengakui sektor pertambangan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur.
Namun, kontribusi tersebut menurut Afridin harus diikuti perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.
“Keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari sehat atau tidaknya masyarakat yang hidup di sekitar kawasan industri,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya ukuran lain yang tidak kalah penting dalam pembangunan. Besarnya investasi dan aktivitas ekonomi perlu berjalan bersama perhatian terhadap kondisi masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.
ISPA dan Perubahan Sosial Ikut Mengemuka
Dalam diskusi, sejumlah persoalan turut mengemuka, di antaranya kualitas lingkungan, kasus ISPA, perubahan sosial, layanan kesehatan serta hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
Perwakilan DPRD Morowali sekaligus Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi, Yopi Sabara, turut menyampaikan masukan berdasarkan kondisi masyarakat di kawasan lingkar tambang Bahodopi.
Munculnya sejumlah persoalan tersebut membuat pembahasan mengenai industri tidak berhenti pada investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi lingkungan, kesehatan masyarakat, layanan kesehatan serta perubahan sosial juga menjadi bagian yang ikut dipertimbangkan dalam forum tersebut.
Namun, FGD tersebut belum menyimpulkan bahwa aktivitas pertambangan merupakan penyebab langsung persoalan kesehatan yang dibahas. Karena itu, persoalan tersebut masih membutuhkan kajian dan data lebih lanjut agar setiap kesimpulan maupun kebijakan yang dihasilkan memiliki dasar yang kuat.
Investasi dan Kesehatan Warga Harus Berjalan Beriringan
FGD Muhammadiyah diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk mendorong pembangunan industri yang produktif, sehat, aman, berkeadilan dan berkelanjutan.
Forum tersebut pada akhirnya menempatkan persoalan kesehatan, lingkungan dan kehidupan sosial sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembahasan mengenai perkembangan industri di Morowali.
Investasi tetap memiliki peran dalam pembangunan. Namun, ketika aktivitas industri berkembang, perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan juga menjadi hal yang harus dipastikan tetap berada dalam agenda pembangunan.
Penulis: Suharman
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
