Prof Sutan Nasomal meminta pemerintah segera memenuhi kebutuhan tenda, makanan dan obat bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR, Merah Putih Media — Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Prof Sutan Nasomal SH MH meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah bergerak cepat menangani kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Permintaan tersebut disampaikan menyusul laporan mengenai kerusakan rumah dan fasilitas umum, gangguan listrik, kerusakan akses jalan serta kebutuhan tenda, makanan dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak.
Prof Sutan meminta pemerintah tidak lengah ketika terjadi bencana di daerah. Menurutnya, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu menggunakan sumber pembiayaan yang tersedia sesuai ketentuan untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.
“Jangan lengah bila di daerahnya terjadi bencana. Gunakan dana yang tidak terduga untuk mengantisipasi, menolong dan membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam,” ujar Prof Sutan Nasomal dalam keterangannya dari Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Ia juga mengingatkan agar bantuan kemanusiaan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan.
Puluhan Ribu Warga Dilaporkan Membutuhkan Tenda
Dalam laporan yang disampaikan Bernadus dari wilayah NTT, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sehingga tidak lagi layak ditempati. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus tidur di luar rumah dan membutuhkan tenda sebagai tempat berlindung sementara.
Gangguan listrik juga masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat komunikasi dan penyampaian informasi dari lapangan menjadi lebih sulit.
Selain kebutuhan tempat tinggal sementara, masyarakat terdampak juga disebut membutuhkan bantuan kesehatan. Warga yang mengalami luka dan patah tulang dilaporkan masih mendapatkan penanganan seadanya di puskesmas.
Bernadus meminta pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi NTT segera mempercepat pengiriman bantuan.
Ribuan Rumah Dilaporkan Rusak
Berdasarkan data sementara yang disampaikan dari relawan BNPB dalam laporan tersebut, kerusakan rumah tersebar di sejumlah kabupaten.
Di Manggarai Barat, disebutkan sebanyak 6.541 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 2.539 rumah rusak berat, 1.039 rusak sedang dan 2.963 rusak ringan.
Sementara itu, sebanyak 4.914 rumah di Kabupaten Ngada juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.
Laporan lainnya menyebut sebanyak 11.862 warga Kabupaten Sikka mengungsi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay-Nagekeo pada Sabtu (15/8). Dalam laporan yang sama disebutkan sebanyak 2.560 rumah warga rusak.
Data tersebut merupakan data sementara sebagaimana disebutkan dalam bahan laporan yang diterima redaksi.
Anak-Anak dan Lansia Jadi Perhatian
Prof Sutan juga menekankan kebutuhan kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lansia.
Anak-anak, termasuk bayi hingga usia lima tahun, disebut membutuhkan perhatian khusus terkait makanan dan kebutuhan dasar selama berada di tempat pengungsian.
Begitu pula para lansia yang dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan apabila harus berada di ruang terbuka dalam waktu lama.
“Tidur di alam terbuka akibat rumah yang rusak tidak mungkin ditempati lagi. Begitu pula para orang tua lansia yang mudah terserang penyakit,” demikian laporan kondisi yang diterima dari lapangan.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk gereja, masjid, sekolah dan gedung pemerintahan.
Kondisi tersebut membuat tenda menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk menyediakan tempat berlindung sementara bagi masyarakat.
Akses Jalan dan Komunikasi Menjadi Kendala
Dalam laporan dari lapangan, kerusakan juga terjadi pada sejumlah akses jalan. Salah satunya disebut berada di kawasan Jembatan Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Kerusakan infrastruktur tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses mobilisasi bantuan menuju masyarakat terdampak.
Kondisi listrik yang masih padam di sejumlah lokasi juga membuat komunikasi dengan wilayah terdampak menjadi tidak mudah.
Karena itu, percepatan distribusi bantuan dinilai penting agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera dipenuhi.
Prof Sutan berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memastikan bantuan kemanusiaan berupa tenda, makanan, obat-obatan serta kebutuhan dasar lainnya segera menjangkau masyarakat yang terdampak.
Ia menilai penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan masyarakat.
Penulis: Redaksi MPM
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.