Mode Pratinjau Blogger Feed: Memuat... Widget fallback: 0
  BREAKING
Memuat informasi hangat dari Redaksi Merah Putih Media...
-- pembaca online
BERITA PILIHAN REDAKSI

PWI se-Madura Tolak Istilah Londo Ireng Presiden Prabowo, Serukan Solidaritas Jaga Kemerdekaan Pers

Foto: Dari kanan Ketua PWI Sumenep Faisal Warid, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam, Ketua PWI Sampang Hanggara Pratama Syahputra, dan Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail menyampaikan sikap bersama atas istilah Londo Ireng yang disinggung Presiden Prabowo.

Madura, Merah Putih Media — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyampaikan sikap atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah 'Londo Ireng' dalam pidatonya dan dinilai berdampak pada profesi wartawan. Sikap bersama ini ditegaskan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan perlindungan terhadap martabat profesi jurnalistik.

Sikap tersebut disampaikan secara kompak oleh Ketua PWI Sumenep Faisal Warid, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam, Ketua PWI Sampang Hanggara Pratama Syahputra, serta Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail. Mereka menilai penggunaan istilah tersebut berpotensi menimbulkan kesan merendahkan profesi wartawan serta memicu respons dari kalangan insan pers.

PWI se-Madura Tolak Istilah Londo Ireng yang Disinggung Presiden Prabowo

"Kami mengecam keras pernyataan yang mengaitkan wartawan, jurnalis, maupun lembaga swadaya masyarakat dengan istilah 'Londo Ireng'," tegas Faisal Warid.

Hairul Anam menambahkan, istilah tersebut berpotensi merendahkan martabat profesi dan mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Pernyataan seperti itu sangat tidak layak diutarakan oleh seorang kepala negara," ujar Hanggara Pratama Syahputra.

Menurut Mahmud Ismail, pers bukanlah musuh pemerintah, melainkan pilar keempat demokrasi yang berfungsi sebagai pengawal, penyeimbang, dan mitra kritis dalam bernegara.

"Keberadaan jurnalis yang independen sangat dibutuhkan untuk memastikan transparansi serta mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," tekannya.

PWI se-Madura Serukan Solidaritas Jaga Kemerdekaan Pers

Fungsi pers, tambah Hairul Anam, adalah social control dan penyeimbang kekuasaan. Pers yang independen dan berintegritas merupakan jaminan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif mengawal setiap kebijakan publik.

Atas kondisi tersebut, PWI se-Madura menyerukan kepada seluruh elemen pers dan insan pers daerah hingga nasional untuk merapatkan barisan, memperkuat solidaritas, dan bersuara lantang demi mempertahankan kemerdekaan pers.

Pihaknya menegaskan bahwa penolakan ini bukan bentuk permusuhan terhadap individu atau lembaga mana pun, melainkan upaya murni dalam menjaga amanah profesi dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

"Kami mengajak seluruh rekan jurnalis untuk tetap teguh pada prinsip, merapatkan solidaritas, dan terus memegang teguh amanah mengawal demokrasi demi kebenaran serta kepentingan masyarakat luas," tukas Hanggara.

PWI se-Madura berharap ruang dialog antara pemerintah dan insan pers tetap terjaga demi menjaga iklim demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.


Penulis: Hairil
Editor: Han

Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERKAIT