Foto: Pasangan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati KH. Ahmad Mahfudz (Jimad Sakteh) periode 2025-2030.
Sampang, Jawa Timur, Merah Putih Media — Lompatan hebat program Bermartabat Plus Sampang membuahkan hasil. Pertumbuhan ekonomi meroket dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 sukses ditembus. Di bawah kepemimpinan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakilnya H. Ahmad Mahfudz, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang membuktikan ketangguhannya dalam mengelola anggaran daerah. Hal ini dibuktikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sampang Tahun 2025 tetap berhasil dipenuhi secara optimal.
Foto: Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sampang Umi Hanik Laila saat ditemui di kantor.
Ketua Media Center Sampang (MCS) Fathor Rahman menilai, di antara kunci sukses tercapainya target RPJMD 2025, tidak lepas peran Bappelitbangda sebagai motor penggerak utama dalam merumuskan, menerjemahkan, mengoordinasikan, serta memantau pencapaian target RPJMD agar selaras dengan visi kepala daerah selama lima tahun.
Tentunya, keberhasilan ini berfokus pada dua pilar utama pembangunan, yaitu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sampang, Umi Hanik Laila, melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Pembangunan Daerah, Reza Bayu Julianto, pada Senin (27/7/2026).
Foto: Kepala Bidang Rendalev Bappelitbangda Sampang Reza Bayu Julianto saat ditemui di kantor.
Indikator Capaian RPJMD Sampang 2024-2025 Melampaui Target
Indikator Pembangunan Capaian 2024 dan Realisasi 2025 berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 66,72% naik menjadi 67,23%, mendekati target 67,35%. Usia Harapan Hidup (UHH) dari usia 73,66 tahun menjadi di atas 73,89 tahun, naik 0,23% seiring membaiknya layanan kesehatan dan RSUD dr. Mohammad Zyn.
Pertumbuhan ekonomi dari 1,71% tahun 2024, meroket di tahun 2025 menjadi 3,45%, di mana rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir (melampaui target 2,56%). Angka kemiskinan dari 20,83% (214.320 jiwa) menurun menjadi 20,61% (213.980 jiwa), di mana juga memenuhi target RPJMD 2025. Sementara pengeluaran per kapita Rp9.782.000 menjadi Rp10.030.000, di antaranya dipengaruhi daya beli masyarakat yang meningkat.
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 5 Tahun, Pendidikan Jadi Tantangan
Salah satu capaian paling membanggakan terlihat pada sektor pertumbuhan ekonomi. Setelah sempat terperosok di angka 1,71% pada tahun 2024, laju ekonomi Kabupaten Sampang pada 2025 meroket tajam hingga mencapai 3,45%. Angka ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 2,56% dan tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sampang dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021: 0,29%; 2022: 2,31%; 2023: 2,56%; 2024: 1,71%).
"Meskipun masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (5,04%) dan Jawa Timur (5,22%), capaian 3,45% ini adalah performa terbaik daerah kita selama setengah dekade terakhir," puji Reza.
Di sisi pengentasan kemiskinan, meski trennya terus menurun ke angka 20,61%, Reza menegaskan pihaknya tidak ingin berpuas diri. Pasalnya, Sampang masih berada di peringkat ketiga terbawah dalam peta kemiskinan di Jawa Timur.
"Hasil ini menjadi cambuk bagi kami untuk bekerja lebih keras bersama seluruh sektor terkait. Untuk tahun 2026, kami memasang target pengentasan kemiskinan yang lebih agresif, yaitu turun hingga 19,86%," tegas Reza optimis.
Penulis: Hairil
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi independensi pers, asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.