Foto: Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, memaparkan perkembangan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB serta peningkatan profesionalisme guru pada Tahun Ajaran 2025–2026.
Sampang, Merah Putih Media — Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Kabupaten Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan data perkembangan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun Ajaran 2025–2026 saat ditemui di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Selasa (14/07/2026).
Pada Tahun Ajaran 2025–2026, Cabdin mencatat sebanyak 173 satuan pendidikan jenjang menengah yang terdiri atas SMA, SMK, dan SLB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.920 peserta didik disebut mengikuti proses pembelajaran yang didukung oleh 1.457 tenaga pendidik di sekolah negeri maupun swasta.
Baca Juga:
BPKAD Sampang Ajak Warga Taat PBB di Hari Pajak Nasional 14 Juli 2026
Andy Andrian Hasan Benahi RSUD dr. Mohammad Zyn Buka HCU Matahari Perluas IGD
173 Sekolah Didominasi Swasta Layani 21.920 Siswa
Berdasarkan data Cabdin Kabupaten Sampang, jumlah satuan pendidikan terdiri atas 10 SMA Negeri, 69 SMA Swasta, 7 SMK Negeri, 85 SMK Swasta, dan 2 SLB Negeri, sehingga total mencapai 173 sekolah.
Rincian peserta didik Tahun Ajaran 2025–2026 meliputi SMA Negeri 4.051 siswa, SMA Swasta 7.538 siswa, SMK Negeri 2.566 siswa, SMK Swasta 7.667 siswa, dan SLB Negeri 98 siswa. Secara keseluruhan terdapat 21.920 peserta didik. Adapun jumlah tenaga pendidik mencapai 1.457 guru, terdiri atas 523 guru negeri dan 934 guru swasta.
Data tersebut dinilai menunjukkan bahwa pendidikan menengah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur masih didominasi sekolah swasta, baik dari sisi jumlah lembaga maupun jumlah peserta didik yang dilayani.
Foto: Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, S.Pd., M.Pd., saat memberikan keterangan di Sampang, Selasa (14/07/2026).
Baca Juga:
Satbinmas Polres Sampang Safari Jumat di Ponpes As-Salam Banyumas 10 Juli 2026
AKBP Hartono Resmikan Mako Polsek Karang Penang Sekaligus Pamit ke Polda Jatim
Profesionalisme Guru Disebut Jadi Prioritas Mutu Pendidikan
Selain memaparkan data terbaru, Mas'udi menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu prioritas utama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui program sertifikasi serta penguatan kompetensi tenaga pendidik.
"Insyaallah kualitas guru sudah banyak yang sertifikasi. Kalau sudah sertifikasi otomatis semakin profesional," ujar Mas'udi Hadiwijaya.
Menurutnya, sertifikasi guru bukan hanya pemenuhan administrasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas. Guru juga didorong memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.
Cabdin Pendidikan Kabupaten Sampang menegaskan peningkatan mutu akan terus dilakukan berkelanjutan melalui penguatan kualitas tenaga pendidik, pemerataan layanan, serta peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah negeri maupun swasta.
"Untuk mencetak lulusan siswa yang berkualitas dan berkarakter diperlukan adanya profesionalisme guru. Kompetensi guru harus selalu ditingkatkan," tegasnya.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Cabdin berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Sampang terus berkembang sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga:
MCS Sampang Sarankan Pemkab Fokus RPJMD 2026-2029 Usai Audiensi Satgas MBG
Tekab 308 Polsek Way Tuba Bekuk Kepala Stasiun Tipu Rekrutmen Rp60 Juta
Penulis: Iyan
Editor: Han
Catatan Redaksi: Merah Putih Media menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.